Pada artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai environment requirement dan interface requirement dalam pengembangan aplikasi smartphone menggunakan android studio. Dan selanjutnya pada bagian ini akan dibahas software requirement pada android studio. Dan yang harus diperhatikan, requirement pada environment berbeda dengan software requirement pada android studio.
Pada dasarnya software requirement disini kebutuhan tambahan dari aplikasi untuk terus bertahan hidup sedangkan pada evironment requirement lebih kepada kebutuhan dasar, dimana jika tidak ada hal tersebut dalam waktu seketika sebuah software tidak bisa dijalankan atau tidak bisa diinstall. Namun pada sisi RE ini sebuah aplikasi masih bisa berjalan dan diinstall hanya saja tidak bisa digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi karena masih memerlukan beberapa pendukung sehingga aplikasi android studion bisa berjalan dengan baik. Adapaun software requirement yang dibutuhkan pada sebuah android studio.
Java Development Kit (JDK)
Merupakan sebuah plugin atau software yang dikembangakan oleh oracle yang bertujuan dalam mendukung sebuah aplikasi yang dikembangakn dalam sebuah IDE berbasis bahasa pemrograman JAVA dapat dicompile untuk mendapatkan output dari hasil compile. Tanpa adanya JDK sebuah file yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman JAVA tidak akan dapat menghasilkan sebuah output hasil dari penulisan source code dalam bahasa pemrograman JAVA. Dan JDK hanya mendukung bahasa pemrograman JAVA, dan bisa digunakan dalam sistem operasi seperti MAC OS, Windows dan Linux.
Gradle
Dan yang kedua adalah grade. Gradle merupakan plugin tambahan yang diperlukan oleh android studio untuk mempercepat proses debugging dari ketika beberapa source code telah dicompile sebelumnya. Ketika sebuah android studio pertama kali dijalankan maka gradle secara otomatis akan dijalankan untuk melakukan pengecekan ke keseluruhan file pada proyek yang dibuat pada android studio. Dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengecekan relatif lama. Dan inilah fungsi dari gradle dimana ketika sebuah proyek sudah dilakukan pengecekan ketika awal kali pembukaan, compling atau building maka tidak perlu lagi malukan pemeriksaan struktur file untuk kedua kalinya. Sehingga proses debugging untuk membangun sebuah aplikasi dari source code android studion tidak perlu mengulang lagi dari awal dan hanya akan melakukan compile pada source code yang mengalami perubahan. Dan yang perlu diketahui gradle hanya bisa berjalan pada sistem yang menggunakan Java Virtual Mechine. Maka selain java gradle tidak bisa diterapkan. Adapun IDE yang mendukung diterapkannya gradle seperti Android studio, Intellij IDE, NetBeans dan Eclipse. Dan semua IDE tersebut merupakan IDE berbasi JAVA yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi desktop maupun mobile.
Software Development Kit (SDK)
SDK merupakan plugin yang harus ada pada android studio karena plugin ini berfungsi untuk melakukan debug terhadap file source code yang terdapat pada proyek yang dikembangkan. Dimana SDK akan memberikan sebuah pesan atau saran ketika sebuah source code yang terdapat pada file terdapat kesalahan, fungsi debug itu sendiri yaitu melakukan pemeriksaan terhadap keseluruhan file yang terdapat dalam proyek. Dan tanpa SDK proses debug tidak akan berjalan. Selain berfungsi sebagai debugger SDK juga berfungsi sebagai application server untuk menjalankan hasil output dari source code. Application server pada android studio dapat dikatakan sebagai aplikasi yang menjalankan aplikasi proyek hasil pengembangan android studio untuk dimunculkan pada sebuah output pada smartphone maupun pada Android Virutal Device (AVD). Selain itu fungsi lain yaitu dokumentasi dari SDK yang digunakan pada android studi, dimisalkan ketika menggunakan android studio terkadang setiap baris akan memberikan saran bagi para developer untuk memperbaiki sebuah source code berdasarkan dokumentasi yang muncul pada pop up. SDK sendiri pada android studio telah mendukung beberapa penggunaan bahasa pemrograman seperti Java, Ruby dan Kotlin. Adapun SDK yang sering digunakan oleh para developer sebagai requirement utama dalam mengembangkan aplikasi android, dan minimal SDK yang digunakan adalah SDK API 21. Adapaun SDK tersebut yaitu :
- Lollipo 5.0 (API 21) dan 5.1 (API 22) : Pada SDK ini sudah terdapat beberapa tambahan yang bisa digunakan oleh pengguna maupun developer. Salah satunya pada sisi interface sudah mendukung penggunaan material design. Dan selain itu terdapat fitur keamanan pada fungsi factory reset dan penghematan daya pada penggunaan smartphone sampai 30%.
- Marshmallow 6.0 (API 23) : Selain fitur yang terdapat pada SDK sebelumnya, pada versi ini terdapat Menejemen daya yang beranama doze. Dimana fungsi ini berguna untuk menghemat daya dengan mematikan semua service yang berjalan sebagai background yang sedang tidak digunakan seperti wifi, bluetooth, gps dan lain-lain. Selain itu terdapat fungsi menampilkan izin installasi pada sebuah aplikasi android, apakan seorang percaya untuk menginstall aplikasi yang tidak dikenal sumbernya dan peringatan yang lain.
- Nougat 7 (API 24) dan 7.1(API 25) : pada SDK ini terdapat fungsi tambahan yang bernama NEW JIT compiler yang berguna dalam mempercepat proses instalasi aplikasi android sampai 75% lebih cepat dari SDK sebelumnya sehingga seorang user lebih nyaman ketika proses instalasi berjalan pada smartphone. Selain itu SDK ini sudah mendukung untuk platform Virtual Reality (VR).
- Oreo 8.0 (API 28) : SDK ini lebih menekankan pada pengembangan dari sisi tampilan.
Android Virtual Device (AVD)
AVD adalah sebuah emulator yang disediakan oleh android studio untuk melihat hasil dari proyek yang dibuat ketiak compile selesai dijalankan. Hal ini ditujukan untuk beberapa programmer yang mungkin pada saat itu tidak memiliki smartphone yang mendukung aplikasi yang dikembangkan sehingga perlu sebuah emulator untuk melihat hasil sementara. Pada AVD, android studio telah menyediakan beberapa emulator device yang bisa digunakan dengan beragama ukuran dan merk smartphone sehingga programmer bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya. Kelemahan penggunaan AVD yaitu terlalu membutuhkan banyak memory untuk menjalanka pertama kali dan terkadang komputer atau laptop yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi android tidak memenuhi syarat untuk menjalankan AVD, dan dapat dikatakan AVD terlalu berat untuk bekerja bersama-sama dengan android studio. Sehingga lebih nyaman dan cepat jika menggunakan compiler dengan menggunakan smartphone secara langsung untuk melihat hasil dari proyek yang dikembangkan menggunakan android studio.
