Variable Predictive Maintenance (VPM) adalah jenis predictive maintenance yang memanfaatkan data sensor dan algoritme pembelajaran mesin untuk memprediksi kapan peralatan kemungkinan akan gagal. Pendekatan ini berbeda dari pemeliharaan prediktif tradisional, yang biasanya menggunakan jadwal tetap atau serangkaian kondisi yang telah ditentukan sebelumnya untuk menentukan kapan pemeliharaan harus dilakukan. Dalam CMMS, VPM dapat diimplementasikan dengan mengintegrasikan sensor pada peralatan untuk mengumpulkan data pada berbagai parameter seperti suhu, getaran, dan tekanan. Data ini kemudian dianalisis menggunakan algoritme pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola dan anomali yang mengindikasikan potensi kegagalan peralatan. Berdasarkan analisis ini, pemeliharaan dapat dijadwalkan secara proaktif, mengurangi waktu henti, dan meningkatkan efisiensi. VPM juga dapat diintegrasikan dengan sistem lain, seperti ERP dan IoT, untuk memberikan tampilan peralatan dan inventaris yang lebih komprehensif, serta mengoptimalkan jadwal pemeliharaan.
Pemodelan untuk Predictive Maintenance
Ada beberapa jenis model machine learnnig yang dapat digunakan untuk predictive maintenance, antara lain: Model regresi (Regression): Model regresi seperti regresi linier atau decision tree regression dapat digunakan untuk memprediksi life time dari peralatan atau kemungkinan kegagalan. Model ini bagus untuk mengidentifikasi hubungan linier antar variabel. Model deret waktu (Time Series Model): Model deret waktu seperti ARIMA atau LSTM dapat digunakan untuk memprediksi kegagalan peralatan di masa mendatang atau kebutuhan pemeliharaan mesin berdasarkan data historis. Mereka bagus untuk memprediksi data yang bergantung pada waktu.
Software Testing
Software testing merupakan suatu cara untuk mencari kekurangan yang terdapat dalam proses development dari sebauh aplikasi perangkat lunak. Dan dengan ditemukannya kekurangan yang terdapat dalam sebuah software , akan menjadi sebuah perbaikan ke depan agar sebuah software menjadi lebih baik dari versi sebelumnya. Kegunaan sebuah software testing tentunya tidak sekedar mencari kekurangan dalam hal interface, fungsional saja tetapi juga bisa digunakan untuk mencari kelemehan dalam hal security, performa hardware, jaringan dll. Atribut software yang disebutkan dalam gambar tersebut merupakan atribut yang digunakan setelah testing dilakukan sehingga diharapkan sebuah aplikasi memiliki keunggulan dari berbagai aspek seperti kehandalahan, skalabilitas, portabilitas, mudah digunakan kembali, dan berguna bagi user. Adapun testing yang dapat dilakukan dalam sebuah software bisa didasarkan dari aplikasi yang sudah dibuat dengan dasar dari SRS dokumen yang sebelumnya sudah disepakati oleh seorang customer dengan tim development. Sehingga jika ada kekurangan yang ditemukan maka masih berada di scope dari permintaan customer. Meskipun nanti bisa saja testing dilakukan dengan scope di luar SRS dokumen jika suatu saat terdapat proyek baru dan memerlukan develpment ke arah yang lebih baik tanpa harus menunggu proses dokumentasi SRS.
Natural Language
Natural Language merupakan sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang analis di dalam teknik rekayasa kebutuhan sehingga apa yang disampaikan dapat diterima dengan mudah oleh berbagai pihak dan terselesaikan, jelas atau benar-benar sesuai kebutuhan dari user, serta konsisten yaitu tidak terjadi perubahan di tengah-tengah development karena perbedaan persepsi antara analis dan user. Sehingga perlu adanya sebuah cara agar apa yang disampaikan oleh analis ke user sesuai dengan gambaran yang diberikan. Natural language di dalam requirement engineering bukanlan sebuah kata-kata yang panjang lebar ketika berbicara kepada seorang user, bukan sebuah kata-kata yang panjang dengan paragraf yang panjang dalam sebuah dokumentasi. Tapi lebih kepada model-model yang bisa diterapkan oleh seorang analis agar mudah tersampaikan detail sistem kepada user, karena jika menggunakan kata-kata biasanya akan muncul sebuah persepsi yang beda antara user dan analis. Model yang bisa digunakan bisa menggunakan work flow, grafik, gambar atau yang lain. Natural language sendiri memiliki beberapa fungsi diantaranya yaitu :
Mengenal Database
Setelah berhasil mengetahui cara membuat context dan DFD selanjutnya adalah mengenal data melalui sebuah database. Apa sih yang dimaksud dengan database ? Apa pentingnya mengenal basis data. Seberapa perlu kita sebagai developer mengenal lebih jauh tentang database. Pada dasarnya database atau basis data sudah kita miliki di dalam otak kita yang bisa kita gunakan untuk mengolah informasi kita perlukan, dan kemudian kita sampaikan ke seseorang. Begitu pula konses database dalam sebuah siste informasi, databse tersebut tersimpan dalam sebuah aplikasi yang dikelola dalam DBMS (Database Management System) dan database tersebut terdiri beberapa cluster data yang bisa dikelompokkan sesuai dengan informasinya. Dan data tersebut dapat diambil dengan melakukan proses query menggunakan fitur DBMS dan hasil tersebut dapat diolah menjadi informasi yang dibutuhkan oleh informan untuk mengetahui hubungan tiap data. Jadi untuk mengenal database setidaknya mengenal konsep database merupakan kumpulan data yang terdiri dari berbagai tipe data baik itu numerik , tanggal, teks, gambar, video dan lain-lain, serta berbagai macam informasi data seperti keuangan, cuaca, budaya, transportasi dan lain-lain. Lalu apa yang dimaksud dengan DBMS? DBMS itu sendiri merupakan sebuah tools atau alat yang digunakan untuk mengelola database baik itu digunakan untuk menyimpan, menghapus, memodifikasi, maupun mengakses data dan mencari informasi yang sesuai dengan kebutuhan informan. Tentunya kita sudah mengenal berbagai macam DBMS. Dan yang perlu diketahui database berbeda dengan DBMS, database lebih mengarah kepada struktur data sedangkan DBMS adalah sebuah tools untuk mengelola struktur data tersebut.
Teknik Gathering Requirement
Setelah kalian berhasil mendaftarkan kemungkinan kebutuhan yang akan muncul dalam proses elisitasi selanjutnya adalah bagaimana teknik dan proses yang kita butuhkan sehingga tahapan gathering requirement dari tahapan tersebut dapat benar-benar efektif, efisien dan juga sesuai dengan kebutuhan user. Maka ada beberapa poin yang harus kalian pahami untuk mendapatkan proses teknik gathering requirement dapat berjalan maksimal. 1. Pahami apa yang kalian butuhkan Agar apa yang kalian butuhkan dapat berjalan maksimal dalam proses pengumpulan gathering requiremnet maka satu hal yang harus kalian kenali , perkiraaan apa yang kita butuhkan untuk membuat suatu aplikasi misal jika kalian memperhatikan sebuah diagram di atas. Anggap saja kalian belum membuat diagram tersebut, karena disini kalian masih dalam proses pengumpulan requirement. Maka secara tidak langsung jika melihat diagram use case atau context diagram pada sistem kartu kredit dan sistem parkir kita membutuhkan a. Aktor, stakeholder dimana disana terlihat ada aktor individual customer, corporate customer dll untuk sistem kartu kredit sedangkan pada sistem parkir ada pengemudidan kendaraan.
Context Diagram dan DFD Diagram
Context diagaram merupakan sebuah diagram sederhana atau diagram level atas yang menggambarkan proses aliran data dari sebuah sistem secara singkat. Context diagram ini digunakan oleh seorang analis untuk memberikan penjelasan kepada customer atau tim development untuk menjelaskan kemungkinan-kemungkinan data apa yan akan terlibat dalam sebuah sistem yang dibangun. Kegunaan context diagram ini merupakan sebuah rancangan untuk membuat diagram selanjutnya yang lebih detail dari context diagram yaitu DFD diagram atau bisa disebut Data Flow Diagram. Pada context diagram memiliki simbol yang sama dengan DFD diagram, hanya saja dalam context diagram tidak melibatkan salah satu simbol dari DFD diagram yaitu simbol store. DFD diagram juga memiliki peran yang sama seperti context diagram tetapi lebih detail dari proses yang ada dalam context diagram. Proses yang terdapat pada context diagram dipecah menjadi beberap fungsi yang akan terlibat dalam sebuah sistem berdasarkan use case diagram , hanya saja dalam DFD ini terdapat aliran data dan data store yang membedakan dengan use case diagram.
Syarat Requirement Engineering
Syarat dalam proses requirement engineering, apa yang dimaksud denga judul di atas. Dikatakan syarat bisa dikatakan proses analisa dalam proses requirement engineering mulai dari tahap elisitasi sampai dengan verifikasi dan validasi sudah melalui hal-hal yang harus dilakukan dalam proses tersebut. Adapun tiga syarat yang harus dipenuhi agar proses rekayasa kebutuhan yang kalian lakukan dapat berjalan baik, benar dan memang sesuai dengan kebutuhan yang customer dan tren zaman saat ini. A. Real World Goals Syarat dari requirement engineering pertama yang harus kalian ketahui adalah real world goals (Tujuan di dunia saat ini). Berdasarkan kata-kata tersebut kalian dituntut mengetahui mengapa kalian harus membuat suatu aplikasi tersebut dalam kehidupan nyata. Dan biasanya kalian akan diarahkan dengan pertanyaan mengapa dan apa tujuan kalian membuat aplikasi tersebut.
Requirement Software Development
Apa sih yang dimaksud requirement dalam suatu proses software development. Banyak dari user awan yang mengartikan requirement itu merupakan sebuah spesifikasi hardware, hal itu mengacu pada banyaknya user yang melihat syarat kebutuhan suatu proses instalasi dari sebuah software ke dalam sebuah sistem. Padahal requirement hardware merupakan bagian kecil yang dibutuhkan dalam proses pengembangan sebuah aplikasi perangkat lunak. Lalu apa yang dimaksud dari sebuah “Requirement dalam Software Development”. Requirement dapat diartikan sebuah kebutuhan yang diperlukan dalam proses pengembangan aplikasi perangkat lunak sesuai dengan constraint dan desain constraint yang diputuskan oleh para stakeholder, dan para stakeholder ini bisa perorangan atau organisasi yang terlibat dalam sebuah pengembangan aplikasi. Bisa jadi meliputi fitur-fitur apa saja yang dibutuhkan dalam aplikasi yang akan dibuat, siapa yang terlibat dalam penggunaan aplikasi, bagaimana aplikasi bekerja apakah melibatkan internet atau hanya jaringan lokal area network, spesifikasi hardwaare yang digunakan dalam server, tenaga ahli yang terlibat dalam pengembangan aplikasi, bagaiman interface berjalan. Itu semua merupakan bagian kebutuhan dalam proses pengembangan aplikasi perangkat lunak. Dan hasil dari requirement yang terkumpul tersebut belum tentu digunakan dalam proses development karena dalam rangkaian proses elisitasi pada proses pengumpulan requirement terdapat proses validasi setelah proses verifikasi semua requirement yang dilakukan oleh seorang analis sistem.
Tahap Elisitasi Rekayasa Kebutuhan
Tahap elisitasi rekayasa kebutuhan ini merupakan tahapan yang paling pokok untuk menuju progres-progres selanjutnya agar lebih lancar dan menghindari adanya konflik atau ketidak cocokan hasil antara pemangku kepentingan dalam suatu organisasi maupun dalam suatu proyek. Tahapan ini berguna untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dari organisasai atau customer yang terlibat dalam sebuah proyek. Tahap elisitasi rekayasa kebutuhan ini nanti juga digunakan acuan oleh seorang analis dalam membuat rancangan sistem maupun rancangan anggaran biaya dalam suatu proyek. Dan pastinya nanti akan ditemukan suatu konflik atau ketidakcocokan antara customer dan analis sistem. Dan disinilah peran analis sistem bagaimana menemukan solusi antara kedua belah pihak sehingga terdaapt titik temu yang dapat memperlancar suatu proyek menuju goal yang diinginkan oleh seorang customer. Sebagai contoh :