Tujuan sistem manajemen pemeliharaan /maintenance yang dikenal sebagai “CMMS” adalah untuk memastikan bahwa aset merupakan objek perawatan yang terbaik, dalam kerangka kondisi operasi yang dirancang untuknya, pada biaya serendah mungkin untuk memperpanjang daur masa manfaatnya selama mungkin. Nama dan Kode asset atau ID Number asset akan selalu terhubung sistem manajemen pemeliharaan ini – Work Order (WO) / permintaan pemeliharaan, Corrective Maintenance, Preventive Maintenance, downtime, catatan pengoperasian peralatan atau pembacaan parameter , dan yang penting juga spare part . Memberikan ID number yang baik memiliki ciri ciri sebagai berikut Unik (setiap asset satu code) Kode Lokasi Kode jenis peralatan / Fungsi Sesederhana mungkin Contohnya : BL 1501 BL = Blower ; 1501 = area 15 peralatan nomor 01 Atau contoh lainnya 203-C-001 203 = Pabrik 2 area 3; C = Compresor ; 001 = peralatan ke 1 Tagging / Labelling Definisi : Artinya Penulisan/ penempelan ID Number pada peralatan . Ada beberapa cara melakukan tagging, tergantung keinginan untuk mengaplikasikan pada level teknologi mana. Berikut ini adalah yang paling dikenal dan paling banyak diterima di pasar sebagaimana berlaku untuk identifikasi objek perawatan: Barcode Ini adalah proses identifikasi peralatan paling sederhana dan tertua yang diketahui. Ada beberapa alat gratis untuk melakukan pembuatan barcode secara gratis. Meskipun merupakan solusi berbiaya rendah, penggunaannya terbatas pada teks pendek dan sederhana. Barcode dapat dibaca oleh perangkat pemindaian seluler apa pun atau dengan menggunakan pembaca kode batang yang tersedia dalam segala bentuk format dan dengan harga beragam. QR Code (Quick Responsive Code) Ini adalah sistem yang relatif baru, sangat mirip dengan barcode. Namun, berkat penggunaan teknologi 2D, ia mampu menyimpan informasi yang lebih kompleks, seperti teks, halaman web, SMS atau data identifikasi lengkap tentang seseorang. QR Codes dapat dibaca oleh perangkat seluler apa pun dengan aplikasi khusus atau dalam beberapa ponsel pintar terbaru yang dapat melakukan pemindaian oleh kamera itu sendiri NFC (Near field communication) Ini adalah proses yang paling fleksibel dan aman, meskipun paling kompleks dan yang membutuhkan investasi tertinggi dibanding bar code dan QR Code. Tag NFC memiliki beragam aplikasi dan tidak mudah dikloning. Mereka mempunyai banyak pilhan yang berbeda, dengan tingkat kompleksitas dan pilihan harga yang lebih rendah atau lebih tinggi, semuanya memungkinkan koneksi langsung ke smartphone Android, Fitur fitur jenis tag tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, tergantung pada aplikasi yang dipilih. Barcode sangat ideal untuk penandaan sederhana yang dirancang untuk menyimpan satu item informasi tunggal dan mereka sebagian besar digunakan dalam inventaris gudang atau manajemen aset. Kode Qr digunakan pada rentang aplikasi yang lebih luas dan penggunaannya telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dapat dibaca langsung oleh smartphone mana pun, sebagian besar digunakan sebagai koneksi langsung ke situs web atau aplikasi web. Pelabelan NFC adalah sistem yang paling kompleks karena melibatkan beberapa tingkat teknologi dan aplikasi .
Langkah-langkah Implementasi CMMS yang Efektif
Oleh : SPrihatono ; Maintenance Specialist – Greskit Berikut ini langkah langkah praktis implementasi CMMS di perusahaan, Dukungan dari manajemen adalah hal mutlak harus ada, dengan adanya dukungan top manajemen maka organisasi secara serempak mendukung implementasi ini. CMMS ini adalah pekerjaan multi section oleh karena itu manajement support harus tertuang dalam pengumuman resmi atau surat penunjukan yang ditanda tangani top manajemen. Langkah 1 – Menetapkan Project Team dan Scheduling Tetapkan lingkup dan tujuan proyek dan dibentuk organisasi project untuk identifikasi orang-orang yang akan terlibat termasuk: koordinator project, Maintenance Engieeer, IT team dstnya. Buatlah juga draft schedule sebagai frame work untuk pelaksanaannya Langkah 2 – Siapkan Data Data Pendukung Dapatkan informasi latar belakang yang diperlukan untuk konfigurasi dan penggunaan CMMS, kapan saja mungkin, Sistem Pengkodean Asset dan nama Asset yang sama sudah ada untuk Cost Centre Lokasi Nama dan kode Karyawan\ Vendor dan Pemasok Bagan Organisasi perusahaan Lainnya yang diperlukan Data tersebut disiapkan dan disesuaikan kedalam template worksheet yang diminta Langkah 3 – Mengumpulkan Data Teknis Peralatan dan Historical Data Tetapkan urutan untuk mengumpulkan data teknis pada aset Anda dan juga history perawatan. Sebagai contoh dimulai dari : a) Peralatan Produksi Utama b) Peralatan Utility c) Building d) Peralatan keselamatan e) Dll Data2 Tersebut dimasukkan kedalam worksheet template yang disediakan, semakin lengkap data yang dimasukkan semakin bagus kapabilitas CMMS , Quantity dan Quality data sangat diperlukan . Langkah 4 – Detail Scheduling Team Mendiskusikan draft schedule yang diberikan manajemen dan memperdetail, dan menjadikannya sebagai acuan pekerjaan. Langkah 5 – Spare part Data Collection Sparepart adalah termasuk supporting paling penting pada sistem manajemen maintenance. apabila kehandalan / reliability yang dijadikan tujuan maka ketersedian sparepart menjadi sangat penting. Akan tetapi spare part juga tidak bisa didatangkan dalam jumlah besar dan selengkap lengkapnya. Karena ada pembatasan, baik pembatasan area penyimpanan, maupun pembatasan dari sisi budget. Oleh karena itu diperlukan Optimasi, Just In Time . data yang dibutuhkan untuk spareart biasanya Kode, Nama, Penjelasan Min – Max Stock Vendor / Suplier Lokasi Penyimpanan Harga dstnya Step 6 – Preventive Maintenance Prepare Preventive Maintenance Data , this data utilize to create preventive maintenance schedulling , and ti plan material purchase for preventive maintenance. The data require as following PM Name and task Step activity and consumable part neded Manpower Etc IMPLEMENTATION Langkah 7 – Implementasi Work Order Preventif Maintenance Dari paket pemeliharaan Preventif yang dibuat pada Langkah 6, penjadwalan PM dilakukan dengan meng-kompile Data PM yang sudah masuk untuk dilakukan penjadwalkan Word Orders (WO). Langkah 8 – Implementasi WO Maintenance corrective Terapkan prosedur di departemen Anda sehingga semua kegiatan perbaikan dicatat dengan benar dalam CMMS Dan Terapkan prosedur juga sehingga semua permintaan pekerjaan harus melalui CMMS , sehingga semuanya terekam dalam CMMS . Langkah 09 – Tetapkan Analisis dan indikator pemeliharaan Anda (KPI / Balanced Scorecard) – Tetapkan Balanced Scorecard (BSc) dengan KPI yang diputuskan untuk dipantau oleh perusahaan Anda, dimulai dengan yang biasa: MTBF, MTTR, dll. – Tetapkan tujuan yang ingin Anda capai – Menganalisis data yang telah Anda kumpulkan dan mengevaluasi garis tren setiap indikator
Manajemen Maintenance Menggunakan CMMS
Oleh : SPrihatono ; Maintenance Specialist – Greskit CMMS tidak dapat dilihat hanya sebagai tren atau seperti keajaiban yang datang dan menyelesaikan semua masalah dalam proses maintenance. Tetapi Harus dilihat CMMS ada benar benar untuk mendukung manajer dan sistem manajemen Asset maintenance Pertama-tama, kita harus mengklarifikasi pertanyaan: “Mengapa CMMS?” – Apakah karena ada Audit atau compliance system yang memaksa Anda untuk mempunyai sistem maintenance manajemen yang terkomputerisasi? – Apakah itu karena perusahaan / industri sekitar Anda memiliki CMMS dan Anda menginginkannya juga? – Apakah itu karena Anda ingin mengganti penggunaan perangkat lunak saat ini menjadi sistem yang lebih baik dalam hal sentralisasi data, aliran proses pekerjaan yang lebih bisa dipertanggungjawabkan ? – Apakah manajemen puncak mendukung dan mendorong perlunya menerapkan CMMS ? Proses Memilih CMMS Proses memilih CMMS adalah sesuatu yang cukup memakan waktu. biasanya, perusahaan memeriksa setidaknya tiga perusahaan / vendor, untuk memeriksa berbagai aspek Hrga, pengalaman , proses instalasi dan seterusnya . Perusahaan akan mencari perusahaan yang mempunyai dukungan uyang kuat baik pada tahap implementasi maupun selah go life , dan terpenting adalah bahwa perusahaan tersebut memiliki pengetahuan dalam maintenance manajemen. Apa yang harus dipastikan ada didalam CMMS Secara umum, tujuan utama implementasi CMMS di perusahaan mana pun adalah untuk memusatkan dan mensistematisasikan semua informasi perawatan, membakukan proses, mengoptimalkan manajemen pemeliharaan dan memperkenalkan praktik terbaik di departemen. Dalam fitur-fitur perangkat lunak apa yang bersangkutan, CMMS harus mengaktifkan Asset Manager untuk: Inventarisasi asetnya, dengan data teknis, rencana pemeliharaan preventif, mencatat pembacaan, menghubungkan aset dengan cadangan, mampu merekam supporting document inventarisasi bahan yang digunakan dalam pemeliharaan,baik itu sparepart dan consumable , menghubungkan material dengan aset di mana mereka digunakan dan melacak pemasok mereka; Merencanakan dan mengelola semua pekerjaan pemeliharaan terlepas dari sifatnya (Direncanakan atau tidak Berencana); biasanya ini berada dalam modul Work Order. Merecord, semua aktivitas (semua pekerjaan), menunjukkan waktu, langkah langkah, bahan yang digunakan, dan / atau layanan pihak ketiga disewa Menghitung indikator manajemen pemeliharaan (KPI) yang memungkinkan Manajer merasakan ‘Denyut nadi’ pemeliharaannya: jumlah kegagalan, waktu henti, rasio pencegahan / perbaikan (%), tingkat kerusakan, biaya dan historical. Mengelola Maintenance Dengan CMMS Beberapa rekomendasi yang harus dipertimbangkan ketika memilih CMMS: Singkirkan pengembangan perangkat lunak ‘in-house’ (software CMMS dibuat berdasarkan pesanan) . Ini adalah proses yang memakan waktu, mende-motivasi dan, dalam banyak kasus, itu adalah tugas yang tidak ada habisnya. Singkirkan penyesuaian perangkat lunak memodifikasi memasukkan hal2 tak perlu, program, atau fitur lain yang tidak dibutuhkan dalam bidang pemeliharaan (spreadsheet, kalender dengan pengingat, perangkat lunak untuk manajemen proyek, dll …) Berikut adalah tujuan dan harapan utama yang harus Anda miliki ketika Anda memutuskan untuk menerapkan dan menggunakan sebuah CMMS. Dengan kata lain, inilah peluang yang dapat dibawa oleh sistem manajemen CMMS tersebut: Mendorong, di antara tim pemeliharaan (dan bahkan Perusahaan Anda), penggunaan konsep terkini, baik konsep pemeliharaan maupun konsep manajemen Dapatkan pengetahuan / informasi tentang pemeliharaan Anda, sistematiskan dan sediakan ituuntuk siapa saja, di mana saja – dan tidak perlu lagi mengandalkan kepada orang per orang Memperkenalkan peningkatan (kaizen) dalam Organisasi, dimulai segera dengan proses Implementasi Secara otomatis menghasilkan laporan dan KPI untuk Manajemen Meningkatkan produktivitas Seperti segala sesuatu yang terkait perubahan dan perbaikan, akan selalu ada perlawanan yang pada dasarnya disebabkan keengganan untuk berubah , ini harus diwaspadai . … reaksi seperti “sulit sekali implementasi, lebih baik sistem yang lama!” atau “Kami tidak punya waktu untuk merekam hal-hal diperangkat lunak!” atau “Tidak ada yang akan tetap pada ini!”, dll. Collins, dalam buku terlaris besarnya “Good to Great”, menjelaskan penelitiannya yang luas tentang karakteristik tertentu yang membuat beberapa perusahaan beralih dari rata-rata menjadi hebat perusahaan di sektor bisnis mereka, yang salah satunya adalah tetap berlaku baik terhadap perlawanan dan kesinisan: itu harus terbuka dipakai sebagai feed back untuk perbaikan, dan mendapatkan realitas situasi, pada saat yang sama, perusahaan tidak pernah menyerah untuk melakukan perbaikan terus menerus.
Greskit Perangkat Lunak CMMS Berbasis Cloud
Ketika memilih perangkat lunak CMMS berbasis cloud, sangat penting untuk memilih perusahaan hosting yang stabil dan andal. Server data didukung peralatan modern yang canggih adalah keharusan agar akses CMMS stabil dan reliable, itulah hal hal yang harus dipertimbangkan untuk sistem perangkat lunak CMMS berbasis cloud. Software CMMS greskit berjalan di server cloud yang handal, Dukungan trouble shooting tanpa batas, dan semua upgrade termasuk dalam paket. Cloud-Based CMMS Software Free trial Hubungi kami untuk uji coba gratis perangkat lunak CMMS Greskit berbasis cloud kami. Uji coba tersebut bisa bisa menggunakan data dari calon klien sehingga calon klien bisa melihat kefektifan dan mengevaluasi sebelum menyetujui penggunakan sistem CMMS cloud kami. Keunggulan Cloud CMMS Tanpa Server, Dengan Greskit CMMS Cloud, Anda tidak perlu membeli server lain, itu berarti tidak ada lagi pengeluaran modal besar setiap 4-5 tahun. Kedua, pengurangan instan dalam biaya dukungan pemeliharaan server. tidak ada lagi down time karena upgrade server. Yang terbaik dari semuanya, manfaatkan teknologi terbaru tanpa harus membayar untuk upgrade server. Biaya Tahunan yang Dapat Diprediksi Dengan perangkat lunak berbasis cloud Greskit CMMS, Anda tahu persis berapa biaya teknologi Anda sehubungan dengan Greskit. Akibatnya, Anda memiliki kemampuan untuk memperkirakan pertumbuhan atau ekspansi di masa depan secara akurat. Pengalaman Dengan pengalaman yang panjang dan, tim teknisi kami memiliki latar belakang dan rekam jejak yang terbukti. Karena itu, kami menyediakan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan Anda sekarang dan di masa depan. Tujuan kami adalah untuk menyediakan Anda dengan jaringan data yang sehat dan aman. Ini ditambah dengan pemeliharaan preventif kami, akan mengurangi risiko kegagalan kritis dan memberi Anda kemampuan untuk melakukan pekerjaan Anda secara efektif dari lokasi mana pun. Kami memberi perusahaan Anda layanan profesional yang Anda butuhkan Akses Jarak Jauh (Bekerja dari Mana Saja) Dengan CMMS Greskit, selama Anda memiliki akses ke internet, Anda dapat mengakses semua file dan program yang Anda perlukan untuk bekerja dari mana saja. Akses file Anda dengan cepat dan aman dari salah satu dari banyak lokasi Anda. Demikian juga, tetap terhubung saat berada di luar kota. Lisensi lebih fleksibe Dengan Greskit CMMS Cloud, Anda dapat menjalankan dari komputer apa pun yang diaktifkan dan menggunakan login bersama. Lisensi Anda tidak lagi terikat ke komputer desktop. Opsi Perangkat Dengan perangkat lunak CMMS berbasis Cloud kami, Anda dapat menjalankan semua aplikasi Anda dari perangkat apa pun yang Anda inginkan. Solusi kami akan memungkinkan akses ke sistem dari PC, laptop, Windows Tablet. Selain itu, platform ponsel cerdas seperti, iPhone, Android Phone semuanya bekerja dengan baik dengan Greskit CMMS. Selama Anda memiliki koneksi internet, Anda dapat menggunakan perangkat apa pun untuk secara aman mengakses semua yang Anda butuhkan untuk melakukan pekerjaan Anda secara efektif. Pemulihan bencana Solusi kami secara instan memberi Perusahaan Anda Solusi Pemulihan Bencana yang ditingkatkan untuk teknologi Anda. Tidak ada informasi Anda yang disimpan di hard drive komputer lokal Anda. Dengan demikian, tidak ada data Anda yang hilang jika terjadi sesuatu pada perangkat itu. Selain itu, terlepas dari kebakaran, banjir atau Anda adalah korban pencurian, tidak ada data Anda yang hilang. Selanjutnya, Anda cukup pindah ke lokasi berikutnya yang memiliki akses internet dan Anda aman dan berjalan kembali.
Membandingkan Maintenance Manajemen Manual / Spreadsheet Vs Menggunakan CMMS
SPrihatono | CMMS Spesialist | Greskit CMMS Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk melakukan perbandingan fungsional antara manajemen pemeliharaan yang mengandalkan spreadsheet Microsoft Excel® dan sistem berbasis CMMS [CMMS: Computerized Maintenance Management System]. Manajemen pemeliharaan yang mengandalkan pena-dan-kertas, Microsoft Access® atau Microsoft Excel®, antara lain, merupakan praktik yang tersebar luas selama bertahun-tahun di sejumlah besar perusahaan. Dapatkah Anda bayangkan saat ini sistem berbasis pena dan kertas untuk penjadwalan work order?, tentunya sulit manajemen dan kontrolnya?. Apakah ada dokumen pendukung yang menyatakan bahwa perintah kerja “A” ditugaskan untuk teknisi “B” pada tanggal tertentu, “C”? Apa yang dilakukan teknisi dengan selembar kertas? Apakah dia mengisi tanggal mulai dan berakhir tugas, serta waktu, apakah dia mencatat bagian yang digunakan dan jumlah yang dihabiskan? Apakah lembar dikembalikan ke supervisor pemeliharaan yang menyimpannya dalam binder fisik? Jenis pemrosesan apa yang dilalui informasi ini ? Apakah prosedur yang sama digunakan untuk tugas yang tidak dijadwalkan? Jika Anda ingin melacak riwayat kerusakan suatu peralatan, apakah Anda harus mencari semua lembar lembar history peralatan ? Apakah mereka pada tahap selanjutnya akan direkam pada beberapa media berbasis komputer sesuai dengan indikator atau analisis yang diperlukan? Dan bagaimana dengan manajemen stok / sparepart? Apakah ada media berbasis kertas di mana setiap konsumsi dan pembelian bahan dicatat? Kapan saya harus mencari tahu apa yang harus dipesan dan kapan waktu yang tepat untuk memesan? Siapa yang mungkin menjadi pemasok terbaik untuk setiap bagian? Apakah mungkin untuk memperkirakan konsumsi bahan sepanjang tahun dan menetapkan kebijakan pengadaan untuk menghindari kehabisan stok? Indikator apa yang kita dapatkan ketika kita mengandalkan manajemen pena-dan-kertas? Bagaimana cara menghitung waktu aktif peralatan? Apakah perhitungan tanggung jawab departemen pemeliharaan atau lebih tepatnya departemen produksi? Apakah masuk akal untuk terus memelihara peralatan tertentu atau haruskah kita mempertimbangkan untuk menggantinya? Menurut William Edwards Deming, “Anda tidak bisa mengelola apa yang tidak dapat Anda ukur”; “Jika Anda tidak dapat menentukan sesuatu, Anda tidak bisa mengukurnya”; jika Anda tidak dapat memahami sesuatu, Anda tidak dapat mendefinisikannya “dan” di mana tidak ada manajemen tidak ada kesuksesan “. Manajemen berbasiskan Excel. Sejauh ini baik! Namun, masing2 akan bekerja dengan cara kerja masing-masing area, masing-masing menggunakan file Excel sendiri untuk proses manajemennya sendiri. sulit bagi perusahaan untuk melakukan analisis keseluruhan kinerja sistem pemeliharaannya, karena tidak ada informasi terpusat. Dengan memantau bagaimana masing-masing departemen beroperasi, jikalau tidak ada prosedur yang seragam, yang berarti bahwa masing-masing bekerja dengan caranya sendiri. Tidak ada komunikasi satu sama lain. Jika ingin melacak pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan untuk memenuhi permintaan, itu terbukti mustahil untuk dilakukan. Ketika dilakukan analisis diagnostik, diminta agar tingkat kerusakan tahunan ditentukan serta total biaya perawatan selama beberapa tahun terakhir – informasi ini tidak dapat diperoleh. Betapapun tingginya jumlah filter yang diterapkan dalam file Excel, dalam situasi apa pun dimungkinkan untuk mengekstrak data yang diperlukan. Bisakah pergeseran menggunakan CMMS menjadi solusi ideal yang ditemukan oleh perusahaan ini? Memang benar! Tanpa merinci manfaat yang dialami, hal-hal berikut dapat ditunjukkan: informasi menjadi terpusat, area yang berbeda berkomunikasi satu sama lain, adalah mungkin untuk melacak permintaan pemeliharaan dan tindakan yang dilakukan untuk memenuhinya, prosedur didefinisikan ulang dan standar, informasi sekarang tersedia pada riwayat perawatan peralatan, serta pemberitahuan email tentang status pemeliharaan. Tujuan penerapan CMMS sebagai strategi manajemen pemeliharaan adalah untuk memungkinkan pengkodean dan inventaris semua aset perawatan, Mengelola dan mengoptimalkan rencana perawatan, Memperluas siklus hidup peralatan, Menghubungkan suku cadang ke peralatan di mana mereka digunakan, menjaga daftar suku cadang dan level stok diperbarui untuk mengetahui setiap saat apa yang ada dalam stok dan apa yang mungkin hilang, Merencanakan dan melaksanakan intervensi perawatan dalam bentuk apa pun, Melaporkan pekerjaan yang dilakukan secara terperinci dan, tentu saja, menjaga riwayat lengkap dari masing-masing aset pemeliharaan individu, masing-masing pekerjaan, upaya tenaga kerja, suku cadang yang digunakan dan biaya. Akibatnya, untuk melakukan analisis keuangan dan teknis: Membuat dan memantau indikator pemeliharaan yang relevan [KPI], seperti tingkat kerusakan, MTTR, MTBF, dll., Dan grafik dan grafik evolusioner, serta pemantauan, secara umum, kinerja Pemeliharaan . Pengembangan “dalam” lembar Microsoft Excel mungkin berguna dalam mengatur informasi dasar dan daftar sederhana secara grafis. Tugas manajemen yang lebih kompleks – seperti fungsi perencanaan dan kontrol – ternyata menjadi lebih rumit, bahkan tidak memadai. Berinvestasi dalam Pemeliharaan menawarkan pengembalian yang signifikan, mungkin sangat cepat. Ini juga merupakan pendorong keberlanjutan Greskit CMMS memberikan kemudahan dalam mengelola proses maintenance. Greskit CMMS membawa ke arah lebih baik menuju era teknologi 4.0
Keuntungan menggunakan CMMS
Implementasi CMMS secara benar akan memberikan efek yang positif dalam performance operasional dalam perusahaan. CMMS akan sangat membantu sebagai “Pelumas” sehingga proses maintenance menjadi lebih “smooth”, meningkatkan produktivitas dan dalam jangka panjang, mengefisienkan biaya biaya maintenance. Dan tentunya tujuan akhir yaitu mengurangi kerusakan peralatan “breakdown”, dan down time , serta memperpanjang usia peralatan. Menggunakan kombinasi preventive dan predictive maintenance untuk mengoptimalkan penggunaan peralatan, mempertahankan asset dalam kondisi yang baik, sehingga bisa memperpanjang “life cycle” asset perusahaan. sebagai berikut manfaat spesifik penggunaan CMMS bagi suatu perusahaan : a. Kontrol yang Lebih Baik Terhadap Sumberdaya yang Dimiliki Pembagian pekerjaan maintenance kepada para pekerja bisa dilakukan secara merata sesuai kapabilitas pekerja , dan te-record historical nya. Memungkinkan manajemen meng analisa kualitas dan kuantitas pekerjaan teknisi. data tersebut bisa digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pekerja . Melalui manajemen yang efektif terhadap sparepart, yaitu Kontrol stock sparepart yang efisien, membuat keyakinan manajemen terhadap ketersediaan sparepart di sisi lain, metoda pembelian dan penyimpanan dilakukan secara efisien. Salah satunya yaitu menggunakan fitur otomatis untuk order sparepart yang akan memastikan penyediaan sparepart tepat waktu dan jumlah dan bisa mengurangi man hour pekerja. b. Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi Manajemen akan lebih memahami kondisi peralatan dan mengoptimalkan pengoperasiannya, melalui otomasi dalam scheduling PM dipastikan semua peralatan dilakukan preventive maintenance . Catatan dan biaya tersimpan dalam file dan bisa ditelusuri . Work order dibuat dan lebih cepat tersampaikan kepada yang dituju dibandingkan dengan sistem manual, selain itu operasional spare part yang efisien dan reliable , sehingga ujungnya adalah meningkatkan keseluruhan system maintenance , menjadi lebih terpercaya dan transparan. c. Meningkatkan Analisa data dan Memperbaiki Keputusan manajemen CMMS harus mempunyai kemampuan built in intelligent tool yaitu kemampuan untuk mengumpulkan historical data dan membuat laporan sesuai yang diinginkan . Tugas manajemen adalah menggunakan data tersebut dan melakukan analisa, menelusuri progress dan performance indeks (KPI) . data data itu disimpulkan sebagai insight bagi manajemen untuk melakukan keputusan long term bagi operasional maintenance perusahaan.
Apa sih Perangkat Lunak CMMS itu ?
Computerized Maintenance Management System (CMMS) adalah perangkat lunak yang dibuat secara spesifik untuk memudahkan, mengeffektifkan dan meningkatkan performance proses dan tata pola kerja pada bagian pemeliharan (maintenance). CMMS memungkinkan staf maintenance untuk memiliki pandangan yang lebih luas dari proses proses maintenance, membantu menurunkan biaya perawatan (maintenance cost), dalam jangka panjang mengurangi kerusakan mesin (down time) dan meningkatkan kemampuan atau kuantitas dari perencanaan maintenance Di masa lalu banyak perusahaan yang kurang memperhatikan bagian pemeliharaan (maintenance) dan memandangnya sebagai bagian terpisah dari perusahaan. Pentingnya memiliki software CMMS yang tumbuh pesat akhir akhir ini juga karena ingin mengadopsi strategy untuk mendapatkan efisiensi (lean) dalam operasi bagian maintenance untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya . sehingga fungsi bagian maintenance bukan lagi menjadi beban tapi satu kesatuan efisiensi perusahaan. Perangkat lunak CMMS yang telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu dan sekarang memungkinkan perusahaan menggunakan fungsi analisa , dimana maintenance data digunakan untuk memperbaiki performance, data tersebut juga digunakan oleh manajemen untuk mendapatkan keputusan keputusan yang lebih baik. Akhirnya, return of Investment (ROI) untuk peralatan peralatan bisa di maksimalkan melalui CMMS yaitu dengan turunnya downtime peralatan peralatan dan memperpanjang usia asset .
7 Langkah untuk sukses implementasi CMMS
CMMS (Computerized Maintenance Management System) merupakan teknologi yang sudah terbukti kemampuannya untuk meningkatkan performance dan keefektivan maintenance dari waktu ke waktu. Bagaimanapun metode implementasi yang effektive tidak mudah ,kompleksitas seringkali muncul di saat implementasi, sebagai akibat dari usaha untuk menyelaraskan keseluruhan perusahaan di dalam konsep CMMS. 7 step berikut Greskit CMMS akan memberikan tips untuk membantu agar proses transformasi tersebut dapat lebih lancar. Implementasi Secara Bertahap. Perubahan itu tidak mudah, dalam hal CMMS ini pula, karyawan mungkin mengalami kesulitan kesulitan dalam adaptasi menuju sistem baru, oleh karena implementasi bertahap sambil terus mengkomunikasikan fungsi dari CMMS sangat penting . Mulai bertahap dari modul Data asset , Preventative Maintenance, Inventory manajement , dan work Order. Ketika setelah selesai setiap modul harus diikuti juga oleh knowledge transfer atau training. Implementasi bertahap ini akan sangat memudahkan. Dukungan dari Manajemen. Hal yang sangat penting adalah dukungan dari top manajemen, hingga kepala bagian terkait . dengan adanya dukungan ini semua bagian terkait akan melakukan proses perubahan ke CMMS secara terarah . satu hal penting adalah CMMS project team harus di bentuk dan di tunjuk oleh manajemen . leader dari project ini yang akan terus mengawal proses transformasi hingga tahap CMMS beroperasi . Secara aktif Memonitor Implementasi Kesulitan teknis, atau karyawan yang resist untuk berubah , atau kendala lainnya di internal perusahaan. Project leader harus aktif memonitor , mengarahkan , dan menjaga momentum implemntasi CMMS Persiapan Data-Data Maintenance Data data maintenance (data Asset, data PM, Inventory ) adalah back bone dari CMMS , oleh karena itu data harus dipersiapkan agar proses entry ke CMMS bisa dilakukan dengan lancar Motivasi dan Training Komunikasikan tentang manfaat CMMS untuk memotivasi karyawan mau terlibat dalam perubahan menuju ke platform CMMS , training bagaimana cara menggunakan CMMS sudah harus diberikan kepada para karyawan untuk memperlancar dan mempercapat proses transformasi CMMS. Libatkan Bagian / Departemen Terkait Perencanaan yang baik sangat penting bagi keberhasilan CMMS. Termasuk keterlibatan bagian production , Planning , Pembelian , IT departement atau bagian yang lain . Hal ini merupakan strategy yang diperlukan agar implementasi bisa dilakukan dengan lancar. Kuncinya adalah semua terlibat dalam imlementasi CMMS Membangun budaya “continuous improvement”. Solusi CMMS harus dilakukan untuk memberikan efisiensi dan efektivitas aktivitas maintenance. Akan tetapi implementasi bukan hanya selesai saat selesainnya implementasi . harus ada sistem untuk melakukan improvement dan menerima masukan masukan untuk perbaikan. Selalu update terhadap data asset , update PM dan seterusnya . Tentang Greskit CMMS : Greskit CMMS adalah CMMS Indonesia , buatan programmer anak negeri dengan fungsi fungsi yang sama dengan CMMS kelas dunia . didalamnya termasuk modul Asset management, Preventative Maintenance , Work Order , Inventory management
Apache Cordova, Ionic VS Code Igniter
Apache cordova seperti yang dijelaskan pada postingan sebelumnya sebagai teknologi yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi mobile. Namun apa yang membedakan dengan framework web yang lain seperti ionic ataupun codeigniter. Dalam tulisan ini kita akan membahas persamaan dan perbedaan antara ketiga framework tersebut dalam penerapannya dalam teknologi web. Apache cordova merupakan salah satu framework yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi mobile dengan menggunakan pemrograman seperti HMTL, CSS dan Javascript. Dimana sebagai salah satu framework mobile application, framework ini mendukung beberapa platform antara lain android, ios, windows phone, dan blackberry.