Tipe requirement yang akan dijelaskan berikut yaitu terkait business, state, real dan user requirement, tipe requirement tersebut, kegunaan masing-masing dari business, state, real dan user requirement memiliki konsep yang sama pada model, artifact dan natural language.
Business Requirement
Kebutuhan satu ini berkaitan dengan alur kerja suatu sistem dari awal sampai akhir yang menggambarkan sekilas tentang konsep kerja dari suatu sistem yang melibatkan stakeholder, process dan bisa juga melibatkan aliran data maupun media penyimpanan dalam suatu sistem. Pada dasarnya bisnis requirement digunakan untuk menjelaskan suatu konsep dasar dari keseluruhan sistem kepada stakeholder. Jika stakeholder menganggap di dalam gambaran business requirement terdapat suatu proses yang dianggap kurang atau tidak perlu dimunculkan maka seorang analis yang berperan sebagai didalam pembuatan dokumen wajib merubah gambaran tentang konsep bisnis dari sistem yang telah dirancang. Sistem yang dibuat dalam requirement ini bersifat dinamis sesuai kebutuhan organisasi atau konsep aplikasi. Biasanya business requirement digambarkan dalam bentuk diagrama seperti use case, context diagram, atau data flow diagram yang secara umum sering digunakan oleh seorang analis dalam mendeskripsikan sebuah sistem.

State Requirement dan Real Requirement
Kebutuhan ini lebih mengacu pada suatu kebutuhan dari kesepakatan antara stakeholder dan analis dalam menyepakati kebutuhan yang akan dibuat di dalam suatu sistem. State requirement lebih mengarah kepada kebutuhan yang diinginkan oleh stakeholder ketika pertama kali mendeskripiskan suatu kebutuhan didalam sebuah sistem, sedangkan real requirement adalah suatu requirement yang disepakati oleh stakeholder dan analis dalam menyepakati kebutuhan yang akan dibuat. Bisa jadi suatu state requirement menjadi suatu real requirement sebagai sebuah fitur dalam suatu sistem, tapi bisa juga state requirement hanya menjadi sebuah pernyataan dari stakeholder dan tidak diterapkan dalam sebuah fitur sebagai real requirement. Hal ini bisa terjadi mungkin karena keterbatasan biaya dari stakeholder sehingga perlu menghilangkan suatu fitur yang muncul dari state requirement, atau bisa jadi muncul sebuah fitur yang lebih baik daripada state requirement yang diinginkan oleh seorang user mengenai sebuah sistem yang diusulkan oleh seorang analis. Sehingga bisa dikatakan sebuah sebuah real requirement pasti sebuah state requirement, tapi state requirement belum tentu adalah sebuah real requirement.

User Requirement
Apa itu user requirement? User requirement adalah requirement yang berperan dalam menjalankan dalam sebuah sistem yang dibuat. Dan dapat dikatakan tanpa adanya user RE ini maka sebuah sistem tidak akan berguna untuk diterapkan dalam suatu organisasi karena sebuah sistem tidak bisa berjalan sesuai dengan fungsi-fungsi yang telah dibuat. Karena suatu proses yang telah digambarkan dalam suatu business requirement menunjukkan peran awal yang harus ada dalam sebuah sistem adalah adanya entity atau bisa disebut seorang stakeholder atau seorang user. Yang harus diketahui user masih mengandung arti luas karena setiap sistem dalam sebuah organisasi, lingkungan memiliki peran yang spesifik. Misal dalam sebuah sistem aplikasi akuntansi terdapat beberapa user yang terlibat antara lain karyawan accounting, manager accounting dan director accounting. Begitu juga dalam sebuah game RPG misalnya disana terdapat beberapa peran dari gamer ada yang bertindak sebagai hero, assasin dan lain-lain. Jadi ketika membuat suatu business requirement atau dokumentasi gunakan nama-nama user atau stakeholder yang lebih spesifik berperan dalam aplikasi yang akan dikembangkan.